MDS - Sinode GKMI (Mennonite Diakonia Service - Sinode Gereja Kristen Muria Indonesia)
I. Latar Belakang
Indonesia secara geografis berada dalam posisi ancaman bencana alam yang besar. Ancaman tersebut terutama gempa bumi, tsunami dan gunung berapi. Dengan semakin merosotnya daya peresapan tanah di Jawa dan pulau lainnya mengakibatkan ancaman banjir di berbagai tempat termasuk ibu kota Jakarta.
Dari sisi potensi bencana manusia Indonesia menghadapi tantangan besar dalam kesatuan di tengah masyarakat majemuk dengan muncul dan berkembangnya secara tajam pergerakan polarisasi. Terutama pada masalah agama dan suku. Kedua hal tersebut menjadi media berbagai kepentingan kelompok yang ada di Indonesia untuk mencapai tujuannya dengan mempertentangkan berbagai perbedaan secara tajam dan memprovokasi masyarakat. Agama dan suku bukan lagi sebagai kekayaan bangsa untuk menciptakan keragaman, kerukunan menuju kesejahteraan bersama, tetapi sebagai alat untuk saling membenci, memfitnah, berkonflik bahkan legalitas kekerasan yang menelan banyak jiwa manusia.
Mensikapi kondisi di atas sebagai gereja Mennonite yang memperjuangkan nilai-nilai kasih, kebenaran, keadilan dan perdamaian, GGKMI diperhadapkan pada suatu pertanyaan penting: "Apa dan bagaimana fungsi GGKMI sebagai gereja mennonite bagi kemuliaan Tuhan dan bangsa ini secara nyata?" Untuk itulah sejak tahun 1994 Sinode GKMI telah melakukan uji coba bentuk-bentuk pelayanan diakonia transformative dan GKMI Solo sebagai pilot project. Dengan pergerakan Mennonite Community membangun jaringan dengan berbagai lembaga untuk pelayanan kemanusiaan dan perdamaian.
Pada tahun 2005 MDS dilahirkan dalam kesepakatan bersama sidang GGKMI di Wisma Remaja PGI, Bogor. Sebagai lembaga GGKMI dalam memfungsikan bentuk-bentuk pelayanan diakonia transformative secara khusus menghadirkan pelayanan kemanusiaan dan perdamaian ditengah bencana alam dan manusia, tanpa mengganggu pelayanan diakonia GGKMI yang sudah ada seperti beasiswa, kesehatan, perhatian pada para janda, yatim, pemberdayaan ekonomi jemaat dll.
II. Visi dan Misi
Menyadari keadaan di Indonesia tersebut visi MDS adalah sebagai berikut: "Indonesia yang peduli dan damai".
Untuk mewujudkan visi tersebut MDS memiliki misi sebagai berikut:
- Tanggap bencana di Indonesia.
- Transformasi konflik di Indonesia
- Memelihara lingkungan hidup di Indonesia
III. Program Kerja MDSUntuk melaksanakan Visi dan Misi tersebut MDS mempunyai program kerja yang diperinci ke dalam bagian-bagian atau unit kerja sebagai berikut:
1. Tanggap Bencana :
Program ini bertujuan untuk melakukan tindakan yang komprehensip terhadap bencana alam, mulai dari hal paling mendesak sampai pada usaha untuk mengurangi risiko bencana.
- Tanggap Darurat
- Rekonstruksi
- Pengurangan Risiko Bencana
2. Lingkungan Hidup
Program ini dilaksanakan untuk menghadapi krisis lingkungan yang semakin lama semakin meluas yang bukan hanya merugikan umat manusia tetapi juga mengancam keutuhan ciptaan secara umum. Melihat kondisi tersebut MDS sebagai kelompok mennonite, hadir untuk peduli dengan usaha-usaha penyelamatan lingkungan dengan tindakan konkrit dengan program program:
- Pertanian Organik
- Pengelolaan Sampah
- Batik Organik
3. Perdamaian
Diakui bahwa Indonesia adalah negara yang sangat luas wilayahnya. Karena luas wilayah tersebut penduduk Indonesia juga terdiri dari bergagai macam suku, agama, dan adat istiadat. Keberagaman tersebut adalah sebuah kekayaan yang sangat luar biasa bagi masyarakat Indonesia, tetapi disisi lain jika tidak dikelola dengan baik, keragaman tersebut merupakan potensi konflik yang dapat merusak keutuhan dalam berbangsa dan bernegara. Hal ini sudah terbukti bermunculnya konflik di berbagai wilayah Indonesia, baik yang berlatar belakang, agama, politik, ekonomi dan atau campurannya. Oleh sebab itu MDS mempunyai program yang bertujuan untuk melakukan pendekatan yang komprehensip untuk mengikapi konflik tersebut dengan program-program sebagai berikut:
- Pemetaan potensi konflik
- Jejaring
- Transformasi Konflik
4. Kemandirian Lembaga
Sebagai unit kerja dari Sinode GKMI, MDS adalah lembaga yang mandiri yang harus bertanggung jawab untuk mencukupi kebutuhan-kebutuhan operasionalnya sendiri. Oleh sebab itu selain bekerjasama dengan lembaga donor untuk melakukan program-program kemanusiaan, MDS juga mempunyai kegiatan "fund raising" yang berfungsi untuk meningkatkan kemandirian lembaga.
- Mennonnite Training Center (MTC)
- Lumbung Pangan
- Toko Diakonia
5. Jejaring
Menyadari bahwa pekerjaan kemanusiaan adalah pekerjaan bersama, maka MDS sangat memerlukan kemitraan untuk melaksanakan program-program yang diluar program-program utama MDS. Program-program yang dikerjasamakan tersebut sifatnya hanya temporer dan berdasarkan kepedulian-kepedulian tertentu misalnya dalam bidang pengembangan demokrasi dan penegakkan HAM di indonesia dan persoalan-persoalan strategis lainnya. Bentuk kegiatan dari program tersebut misalnya adalah kajian-kajian, studi banding, pelatihan, workshop dan seminar.
IV. Pertanggungjawaban
Dalam menjalankan programnya MDS dan unit kerjanya mempertanggungjawabkan pelaksanaan program kepada sidang GGKMI melalui BPH Sinode GKMI. Dalam kaitan program kerjasama secara langsung dengan mitra dalam dan luar negeri MDS mempertanggunjawabkan pelaksanaan programnya dengan mitra berdasarkan MOU dan melaporkan kegiatan tersebut pada sinode GKMI.
VI. Struktur Organisasi
Secara lembaga MDS adalah unit kerja Sinode GKMI untuk menyatakan pelayanan diakonia transformative dengan legalitas formal akte notaris no 09 tgl12 Juni 2009. Dan dalam mencapai visi misinya secara nasional MDS membangun jaringan dan unit-unit kerja berdasarkan pemetaan wilayah potensi bencana di Indonesia.
Penasehat:
- Pdt. Aristarchus Sukarto, Th.D
- Pdt. Paulus Sugeng Widjaja, M.Map, Pd.D
- Pdt. Timotius Adhi Dharma, M.Si
- Drs. Daniel kristanto Trihandoyo
Pengawas:
- Ir. Mariam Handayani
- Agus Setianto SE
Direktur: Pdt. Paulus Hartono, M.Min
Staf Keuangan: Trias Anggraeni SE
Staf Administrasi: Sutriyani Yani
Staf Program dan Monitoring: Natanael Sagoh
Staf Kemandirian Lembaga: Suprayitno
Staf Pusat Pelatihan: Vera Morena
Rekening Bank: BCA KCU Solo. AC:015-218-9875 An. Trias Anggraeni atau Hartono.
Sekretariat: Jl. K.H. Kahar Muzakir 89, Semanggi - Surakarta Telpon (0271) 653387, fax (0271) 646861 Email: mdsindonesia@ymail.com website : mdsindonesia.com
|