Perdamaian »
Tanggap Bencana »
Lingkungan Hidup »
Kemandirian Lembaga »
Jejaring »
Cerita »

English Version

Selasa, 27 September 2011 - 10:51:08 WIB
MDS untuk Jepang
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Jejaring - Dibaca: 54 kali


Bapak Pdt. Paulus Hartono, M.Min, Wakil MDS Indonesia dalam keikutsertaannya mengikuti delegasi MWC, untuk melakukan assessment tanggap bencana di Jepang.


Dalam rangka mengembangkan jaringan penanganan bencana, MDS bergabung dalam Delegasi Mennonite World Conference (MWC) untuk melakukan kunjungan ke Jepang. Pada kesempatan ini MDS diwakili oleh Bapak Pdt. Paulus Hartono, M.Min. anggota delegasi yang lain adalah Bert Lobe (MWC) dan Willie Reimer (MCC), salah seorang yang tidak bisa bergabung karena keterlambatan visa adalah Tigist Tesfaye Gelagle.

Kunjungan ini merupakan respon dari MWC atas undangan dari JMF (Japan Mennonite Fellowship yang anggotanya sedang menderita karena bencana tsunami yang menghantam Jepang pada tanggal 11 Maret 2011.

Tujuan dari kunjungan ini adalah untuk melakukan kunjungan pada daerah-daerah yang terkena tsunami (terutama terhadap anggota JMF), dan melakukan assessment kemungkinan untuk melakukan program tanggap bencana di Jepang bekerja sama dengan JMF, sekaligus mencari mitra-mitra lain yang mempunyai beban pelayanan yang sama.

Beberapa daerah yang dikunjungi adalah daerah-daerah yang mengalami kerusakan yang sangat parah dan terdapat anggota Mennonite. Tempat-tempat tersebut antara lain Hokaidao terdapat Menno Village, Sapporo terdapat Mennonite Fukuzumi Center, Osaka terdapat Mennonite Brethren Seminary. Selain lokasi tersebut team juga mengunjungi Kesennumi dan Sasagami Tagajyo City dimana tempat tersebut terdapat Gereja Conservative
Baptist yang mengalami kerusakan yang sangat parah.

Beberapa kemungkinan program tanggap bencana yang mungkin bisa dikerjasamakan adalah pengiriman relawan dan evakuasi bagi pengungsi. Pengerahan relawan sangat diperlukan karena banyak sekali bangunan yang rusak dan roboh, sehingga jika hanya mengandalkan tenaga lokal maka proses pemulihan akan lebih lama, sehingga diperlukan bantuan tenaga dari luar untuk mempercepat poses pemulihan dan dengan demikian diharapkan akan dapat memperingan penderitaan par korban tsunami.

Kunjugan kemanusiaan yang didukung oleh MCC dan MWC tersebut dimulai pada tanggal 21 Mei dan diakhiri pada tanggal 30 Mei 2011.

 


Share ....

.




0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



Pelatihan Pelayanan Pemulihan Trauma untuk Hamba Tuhan
• 22 Agustus 2011

Pelatihan Pendampingan Psikologi Pada Anak untuk Guru Sekolah Minggu
• 16 Agustus 2011



Apa yang paling mungkin Anda lakukan untuk membantu Pelayanan MDS Indonesia?

Persembahan Dana
Membantu Tenaga
Membantu Pemikiran
Berdoa

Result