Perdamaian »
Tanggap Bencana »
Lingkungan Hidup »
Kemandirian Lembaga »
Jejaring »
Cerita »

English Version

Selasa, 27 September 2011 - 10:40:46 WIB
Emergency Respons dan Recovery di Mentawai
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Tanggap Bencana - Dibaca: 74 kali


Seorang ibu yang selamat dari bencana tsunami pulang dari hutan mengambil ubi pada saat bertahan hidup di tengah-tengah pengungsian.


Pada tanggal 25 Oktober 2010 di kepulauan Mentawai terjadi bencana alam Tsunami, tsunami ini dipicu oleh gempa bumi berkekuatan 7,2 Skala Richter, tsunami baru terpantau sehari setelah gempa terjadi.
Selain mengakibatkan kerusakan bangunan dan perumahan penduduk, tsunami tersebut juga mengakibatkan ratusan korban jiwa. Catatan Posko BPBD Sumbar pukul 20.00 WIB, sabtu 6 November 2010, meninggal dunia 447 jiwa, korban hilang menjadi 56 orang, korban luka berat tercatat 173 orang, luka ringan 325 orang, dan pengungsi tercatat 15.353 jiwa.

Karena Kepulauan Mentawai yang dikelilingi lautan dengan kondisi laut yang tidak menentu, banyak korban yang belum mendapat bantuan dari pihak luar. Hal inilah yang menggerakkan MDS untuk memberikan bantuan tanggap darurat bagi para korban.

MDS Sinode GKMI bersama dukungan besar dari GKMI Anugerah dan GKMI lainnya membuat program "ANUGERAH FOR MENTAWAI'. Fokus bantuan untuk daerah Pagai Selatan adalah untuk memberikan pendampingan terhadap 62 keluarga yang berada dilokasi baru di lokasi yang lebih tinggi, dari Desa Sabiret. Karena mereka berasal dari Desa Sabiret, maka desa tersebut disebut juga dengan Desa Sabiret Baru, sedangkan daerah yang mereka tinggalkan diberi nama Sabiret Lama. Sedangkan di Pulau Pagai Utara MDS mendampingi 100 keluarga yang mengungsi di aula GKPM (Gereja Kristen Pulau Mentawai) Sikakap, sekitar 312 jiwa.

Pada tahap tanggap darurat selama yang dilaksanakan selama 2 bulan MDS telah menyalurkan bantuan pangan dan pendampingan trauma pada anak-anak dan dewasa, baik di Sabiret maupun Sikakap. Sedangkan program pemulihan MDS memberikan bantuan pendampingan pembibitan dan pengolahan kebun sayur di halaman rumah untuk ketahanan pangan, untuk Sabiret maupun Sikakap dan bersama dengan masyarakat melakukan pengadaan penerangan mandiri dengan mesin generator dan pemasangan listrik untuk 62 keluarga khusus di Sabiret Baru.

Setelah kondisi memungkinkan (ombak laut mulai agak tenang) MDS juga melakukan pendampingan warga untuk pengambilan barang-barang yang masih bisa digunakan di daerah Sabiret Lama ke Sabiret Baru yang diterjang tsunami dengan berkoordinasi dan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk penyedia transportasi.
Anugerah for Mentawai bekerjasama dengan Pdt. Dody Prasodjo (dari Gereja GSPII Solo) dan Klasis GKJ (Gereja Kristen Jawa) Solo dan Jemaat GKPM sabiret mendirikan bangunan Gereja. MDS juga bekerjasama dengan PMI melakukan pendampingan kepada 62 keluarga untuk mendirikan rumah semi permanent. Program ditutup pada bulan Februari 2011. Setelah Seluruh warga dipastikan mendapat rumah semi permanen program kerja sama tersebut.

Untuk kepentingan transportasi antar pulau Mentawai hanya bisa mengandalkan kapal-kapal kecil yang berani beroperasi hanya pada saat ombak tenang. Kondisi inilah yang menghambat pengiriman bantuan ke Mentawai karena kondisi gelombang sering tidak menentu.


Share ....

.




0 Komentar :

Isi Komentar :
Nama :
Website :
Komentar
 
 (Masukkan 6 kode diatas)

 



Pelatihan Pelayanan Pemulihan Trauma untuk Hamba Tuhan
• 22 Agustus 2011

Pelatihan Pendampingan Psikologi Pada Anak untuk Guru Sekolah Minggu
• 16 Agustus 2011



Apa yang paling mungkin Anda lakukan untuk membantu Pelayanan MDS Indonesia?

Persembahan Dana
Membantu Tenaga
Membantu Pemikiran
Berdoa

Result