Selasa, 27 September 2011 - 10:06:17 WIB
Emergency Respons, Recovery dan Mitigasi di Wasior
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Tanggap Bencana
- Dibaca: 58 kali
![]() | Setiap kali MDS melakukan program tanggap bencana, MDS mencoba untuk tinggal bersama-sama dengan para korban. Salah satu strategi tersebut adalah dengan mendirikan Posko di lokasi kejadian bencana. Untuk Program tanggap darurat di Wasior MDS juga mendirikan Posko sebagai pusat pengorganisasian masyarakat. |
Pada tanggal 4 Oktober 2010, sekitar pukul 10:26 WIB, masyarakat di Wasior dikejutkan dengan adanya banjir bandang yang melanda wilayah mereka. Banjir bandang ini dimulai dengan adanya hujan lebat tiada henti sejak hari Sabtu tanggal 2 Oktober 2010 hingga Minggu 3 Oktober 2010. Hujan yang terus menerus ini mengakibatkan Sungai Batang Salai yang berhulu di Pegunungan Wondiwoy meluap. Luapan air dari wilayah pegunungan tersebut, membawa material bebatuan, pasir dan pohon-pohon menerjang dan menghanyutkan apa saja yang berada di sekitarnya ke arah laut. Akhirnya terjadilah banjir bandang pada tanggal 4 Oktober 2010, 80 Persen wilayah Wasior hancur korban mulai berjatuhan, rumah-rumah penduduk dan bangunan lain hanyut, areal pertanian, lingkungan sampai pada cidera manusia dari ringan, berat sampai pada korban jiwa.
Untuk membantu para korban bencana tersebut, sebagai tindakan awal, MDS melakukan assessment di Rado. Rado adalah salah satu desa yang termasuk dalam wilayah kecamatan Wasior yang mengalamai kerugian yang paling parah Berdasarkan catatan Team Emergency MDS, korban jiwa (meninggal dan hilang) sejumlah 52 jiwa dari total penduduk Rado adalah 540 jiwa dari 139 KK. Sedangkan jumlah yang meninggal dan hilang untuk seluruh Wasior adalah 288 jiwa. Hampir seluruh rumah di wilayah roboh. Areal persawahan dan jaringan irigasi juga tidak luput dari terjangan banjir sehingga kegiatan pertanian di Rado lumpuh, untuk waktu yang sangat lama, karena tertimbun pasir, bebatuan dan pepohonan yang ikut hanyut oleh banjir dari arah gunung. Gereja, sekolah dan bangunan lainnya juga menjadi korban keganasan banjir tersebut, sehingga meskipun masih berdiri, tetapi tidak memungkinkan untuk difungsikan, karena terendam pasir dan bebatuan dengan ketebalan sekitar 1 meter atau lebih dengan kondisi dinding dan tiang yang runtuh di sana-sini.
Berdasarkan assessment tersebut, selanjutnya MDS bekerjasama dengan MCC memberikan bantuan tanggap bencana banjir bandang sejak bulan Oktober 2010 di Wasior. Posko didirikan di Desa Rado untuk membaerikan bantuan secara fokus di desa Rado yang merupakan salah satu wilayah yang paling parah ketika banjir datang, dengan jumlah penduduk sekitar 140 keluarga 330 jiwa.
Program tanggap darurat tersebut meliputi pendampingan trauma, bantuan pangan dan perlengkapan darurat, bantuan kesehatan untuk 190 orang dan TOT Trauma Healing. Bantuan logistik dikerjasamakan dengan PMI. Untuk program mitigasi MDS melakukan pendampingan program PRB (pengurangan resiko bencana) dan untuk program recovery MDS bekerjasama dengan MCC membangun 104 unit rumah semi permanen. Pembangunan rumah semi permanen selesai pada akhir Agustus 2011.
.
