Selasa, 27 September 2011 - 12:54:59 WIB
Pelatihan Pelayanan Pemulihan Trauma - Untuk Hamba Tuhan GGKMI
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Jejaring
- Dibaca: 84 kali
![]() | Para Hamba Tuhan dari GGKMI saat diambil gambarnya dalam Pelatihan Pelayanan Pemulihan Trauma - Untuk Hamba Tuhan GGKMI |
Pada tanggal 22-23 Agustus 2011, MDS bekerja sama dengan MURIA TRAINING CENTER (MTC), yang berada di Desa Bugel, Salatiga mengadakan pelatihan yang diberi judul Pelatihan Pelayanan Pemulihan Trauma - Untuk Hamba Tuhan GGKMI.
Pelatihan ini dimaksudkan untuk menambah ketrampilan pelayanan pemulihan trauma, yang berfokus pada konseling psikososial kepada Hamba Tuhan GGKMI. Dalam melakukan pendampingan dan penggembalaan jemaat, seorang Hamba Tuhan seringkali dituntut untuk mampu memberikan pelayanan jemaat. Apapun masalahnya, seringkali berdampak pada trauma psikologis. Dengan adanya pelatihan ini, seorang Hamba Tuhan yang sudah berpengalaman di bidang rohani akan semakin diperlengkapi kemampuan pelayanannya dengan penguasaan penanganan trauma pada jemaat yang didampinginya.
Mereka dalam mengikuti pelatihan diperlengkapi dengan materi dan keterampilan yang sangat menarik antara lain “Mengkaji Problematika Permasalahan Yang Ada Dalam Jemaat Ditinjau Dari Sisi Teologi”, “Konseling dan Asesmen”, dan “Relaksasi dan Reframing”. Mereka juga diajak untuk melakukan studi kasus dan bermain peran dalam memberikan konseling psikososial.
Dalam pelatihan ini didatangkan para pembicara yang berpengalaman di bidang penanganan trauma, baik yang dikarenakan bencana, rumah tangga, maupun trauma dalam gereja. Mereka adalah Ibu Ani Widjaja, S. Ag., M. Si., CBC , Kuriake Kharismawan, M. Psi., psikolog, Anastasya Y. Ekalitani, S. Psi., C. Ht, dan Vera M. Wilianto, M. Psi., psikolog.
Hadir dalam pelatihan tersebut sejumlah Hamba Tuhan utusan dari GKMI Efrata Pare-Kediri (1 orang), GKMI Bahtera Hayat-Lampung (1 orang), GKMI Anugerah (1 orang), GKMI Jekulo (1 orang), GKMI Jepara (2 orang), GKMI Pati (1 orang), GKMI Salatiga (2 orang), GKMI Siloam (1 orang), GKMI Surakarta (2 orang), GKMI Tanjung Karang Kudus (1 orang), dan GKMI Yogyakarta (5 orang).
Para peserta sangat antusias dan sangat tertarik untuk mengikuti pelatihan ini. Berdasarkan hasil evaluasi mengenai materi pelatihan, tiga orang menyatakan cukup puas, 13 orang menyatakan puas, dan dua orang menyatakan sangat puas.
Manfaat yang dirasakan oleh para peserta ketika mengikuti pelatihan ini yaitu mendapatkan tambahan materi dan pengetahuan baik mengenai konseling dan tekniknya, menjadi seorang konselor, maupun cara kerja otak; mendapatkan pengalaman dari rekan-rekan di lapangan; lebih memahami kualitas seorang konselor; fasilitator kompeten; adanya praktek konseling; mendapatkan penyegaran kembali tentang trauma healing, dan pembelajaran interaktif melalui sharing.
Masukan dan saran dari peserta adalah mengenai ketepatan waktu, cakupan TOR agar lebih jelas, pelatihan secara berkala (3 bulan sekali), fasilitas audio, porsi waktu untuk praktek diperbanyak (namun ada juga yang menyatakan bahwa waktu untuk praktek terlalu menyita waktu), penambahan materi, fasilitas kamar perlu diperhatikan, jumlah peserta perlu diperbanyak, waktu kurang dipadatkan sehingga materi terasa sedikit, aula pelatihan lebih baik di ruang tertutup agar tidak terlalu dingin, konsumsi khususnya minuman tidak hangat, fasilitator perlu saling berkomunikasi agar materi tidak diulang dan memiliki persepsi yang sama, pengadaan pelatihan perlu lebih tepat dari segi waktu agar tidak bersamaan dengan hari raya Idul Fitri (harga transportasi mahal), materi perlu juga diberikan kepada generasi muda, dan penunjuk jalan ke MTC agar diadakan.

Para peserta sangat serius mengikuti sesi Diskusi dalam Pelatihan.
.
